Yoo.. Hindari Perilaku Korup...!!

Minggu, 06 Oktober 2013

KETAHUI, CEGAH DAN OBATI HEPATITIS DARI SEKARANG

Hari Hepatitis Sedunia, diperingati pada tanggal 28 Juli setiap tahun, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global terhadap penyakit hepatitis B dan hepatitis C serta mendorong pencegahan, diagnosis dan pengobatan. Sekitar 500 juta orang di seluruh dunia hidup dengan hepatitis B atau hepatitis C. Jika tidak diobati dan tidak ditangani, hepatitis B atau C dapat menyebabkan jaringan parut hati lanjut (sirosis hati) dan komplikasi lainnya, termasuk kanker hati atau gagal hati. Sementara banyak orang justru lebih banyak khawatir tertular AIDS daripada hepatitis, kenyataannya adalah bahwa setiap tahun 1,5 juta orang di seluruh dunia meninggal akibat hepatitis B atau C lebih cepat daripada HIV/AIDS. Tahun 2012, virus hepatitis B telah menginfeksi lebih dari 2 miliar orang di dunia. Perhatian terhadap penyakit ini sangat besar. Segala upaya dilakukan untuk memberantas virus penyebab dan menghentikan penularannya. Oleh karena itu maka WHO menetapkan tanggal 28 Juli sebagai hari hepatitis untuk diperingati setiap tahun.
 
Tanggal 8 Agustus 2013 yang lalu merupakan acara puncak peringatan Hari Hepatitis Sedunia yang ke-4 dengan tema “Saatnya Peduli Hepatitis: ketahui, cegah dan obati”, bertempat di Tugu Monumen Nasional (Monas) Jakarta, dihadiri oleh Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A., MPH. Tema yang di usung pada Hari Hepatitis sedunia tersebut mengandung makna bahwa Hepatitis virus perlu mendapat perhatian lebih. Sudah saatnya semua pihak peduli dan memberi dukungan yang nyata dalam penanggulangan Hepatitis. Keberhasilan Pengendalian virus Hepatitis sangat ditentukan oleh dukungan semua pihak, termasuk dukungan jajaran lintas sektor Pemerintah Pusat dan Daerah, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, serta dukungan seluruh lapisan masyarakat. Tujuan acara puncak peringatan Hari Hepatitis Sedunia 2013 yaitu untuk meningkatkan kepedulian dan perhatian kita, mengenai pentingnya pengendalian Hepatitis virus dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.

Penyakit Hepatitis merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang termasuk di Indonesia. Saat ini hepatitis yang dikenal adalah hepatitis A, B, C, D dan E. Yang paling banyak dan berpengaruh terhadap morbiditas, mortalitas serta ekonomi yaitu virus hepatitis A, B dan C.

Terdapat 2 cara penularan virus hepatitis. Pertama, Virus yang ditularkan secara fekal–oral yaitu virus hepatitis A, E, yang sering muncul sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), namun penderita yang terserang dapat sembuh. Kedua, Virus yang ditularkan secara parenteral  yaitu B, C dan D, dimana hepatitis B dan C, dapat menjadi kronis dan menyebabkan kanker hati, sedangkan hepatitis D akan mengenai mereka yang menderita hepatitis B.

Menurut WHO, dalam ”A Strategy for Global Action”, tahun 2012, virus hepatitis B telah menginfeksi 2 miliar orang di dunia, lebih dari 350  juta orang diantaranya merupakan pengidap virus hepatitis B kronis, 150 juta penderita hepatitis C kronis, 350 ribu diantaranya meninggal karena hepatitis C setiap tahunnya, antara 850.000-1,05 juta penduduk didunia meninggal dunia setiap tahun yang disebabkan oleh infeksi hepatitis B dan C, jelas Menkes.

Berdasarkan hasil RISKESDAS 2007, Indonesia tergolong negara dengan endemisitas tinggi, sehingga Indonesia merupakan negara dengan pengidap hepatitis terbesar nomor 2 diantara negara–negara SEARO. Diperkirakan 9 diantara 100 orang Indonesia terinfeksi Hepatitis B. Estimasi penderita Hepatitis B dan C diperkirakan 25 juta, 50 persennya (12.500.000) diperkirakan akan menjadi chronic liver disease, dan 10 persennya menjadi liver fibrosis dan kemudian akan menjadi liver cancer (1,25 juta).

Menyadari bahwa hepatitis virus adalah penyakit yang mempunyai dampak terhadap kesehatan masyarakat secara serius, dan diderita oleh banyak orang maka Indonesia bersama dengan Colombia dan Brazil pada sidang WHA tahun 2010 berinisiatif dan mengusulkan agar dilakukan pembahasan tentang hepatitis virus, sehingga keluarlah resolusi WHA 63,18 tentang hepatitis virus tersebut, yang menyerukan kepada masyarakat anggota WHO bahwa hepatitis virus adalah merupakan salah satu masalah kesehatan prioritas, sehingga para anggota WHO agar melaksanakan pencegahan dan penanggulangan hepatitis virus secara komprehensif, dan menetapkan Hari Hepatitis Sedunia pada tanggal 28 Juli, untuk diperingati dan dimanfaatkan sebagai upaya untuk peningkatan kepedulian dan dukungan terhadap hepatitis.

“Hepatitis merupakan masalah kesehatan dunia, termasuk Indonesia. Untuk itu saya himbau pada kesempatan yang baik ini, agar kita secara bersama–sama bahu membahu berupaya dalam pengendalian hepatitis secara serius melalui Gerakan Pemerintah Bersama Masyarakat,” ujar Menkes.

Upaya pemerintah terhadap pengendalian hepatitis sudah dilakukan melalui imunisasi hepatitis pada bayi, skrining darah donor. Kementerian Kesehatan terus berupaya untuk melakukan pengembangan program pengendalian hepatitis agar permasalahan dapat diatasi.

Menkes berpesan kepada jajaran kesehatan untuk terus melakukan kampanye guna meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat tentang hepatitis serta terus melakukan kolaborasi dan integrasi program dengan penyakit lainnya. Kemudian melakukan upaya–upaya pencegahan secara komprehensif, antara lain Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat(PHBS).

Selanjutnya melakukan skrining pada ibu hamil terintegrasi dengan program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak. Setiap orang yang melakukan konseling dan tes HIV yaitu perlu juga melakukan pemeriksaan hepatitis. Lebih lanjut Menkes berpesan agar jajaran kesehatan terus melakukan Skrining Hepatitis pada petugas kesehatan, lindungi petugas kesehatan dari penularan hepatitis ini. Perlu juga melakukan surveilans penyakit sehingga kita mempunyai data yang baik, dan tahu situasi penyebaran penyakit dan besaran masalah hepatitis.

Sumber; Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.id dan alamat e-mail kontak@depkes.go.id. 

Doc. By Bio