Yoo.. Hindari Perilaku Korup...!!

Senin, 16 September 2013

WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA BANDUNG DILANTIK


Rombongan menuju tempat pelantikan
Pasangan yang diusung Partai Gerindra dan PKS, Ridwan Kamil dan Oded M Danial terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung periode 2013-2018. Hari ini, Senin 16 September 2013 dilantik oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atas nama Presiden RI. Acara pelantikan berlangsung dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Bandung di Gedung DPRD Jl. Aceh Bandung, dipimpin oleh Ketua DPRD, Erwan Setiawan.
''Doktor Haji Dada Rosada berhalangan hadir'', demikian Ketua DPRD Erwan Setiawan dalam pidato pembukaan acara. Dada Rosada, Wali Kota periode 2008-2013 tidak hadir karena berada dalam tahanan KPK dan mendelegasikan tugas serah terima jabatan kepada wakilnya, Ayi Vivananda. Dada menjadi tersangka tindak pidana korupsi dalam kasus suap dana Bansos.

Dalam sambutannya, Erwan  mengatakan, pelaksanaan pilwalkot yang diikuti delapan pasangan berlangsung aman dan lancar. Pelaksanaan pilwalkot yang berlangsung damai tersebut, berlangsung karena kepemimpinan Wali Kota Bandung periode 2009-2013 Dada Rosada serta adanya koordinasi yang baik antar instansi di Kota Bandung. "Alhamdulilah pelaksanaan pilwalkot Bandung berjalan damai dan menghasilkan pemenang yang hari ini akan dilantik," kata Erwan dalam sambutannya.

Semula, pasangan Ridwan-Oded berharap dapat dilantik di Babakan Siliwangi, ruang terbuka hijau Kota Bandung yang sempat menjadi kontroversi karena hendak dijadikan kawasan restoran pada era Dada.

Hadir pada pelantikan tersebut, Wakil Ketua DPR Sohibul Iman, Duta Besar Prancis Corinne Breuzé, Ketua Dewan Syuro DPP PKS Hilmi Aminuddin dan Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo. Selain Dubes Prancis, hadir pula Wakil Dubes Belanda untuk Indonesia, serta sejumlah pejabat lainnya.
 
Personel Gabungan Disiagakan Untuk Pengamanan

Acara Pelantikan yang digelar di Gedung DPRD Kota Bandung Jalan Aceh, Kecamatan Sumur Bandung, diawali dengan prosesi jalan kaki dari Hotel Hyatt yang berjarak 200 meter dari lokasi pelantikan.

Pukul 09.00 WIB rombongan Wali Kota terpilih dan Wakilnya berangkat dari hotel. Pukul 09.20 WIB rombongan tiba di ruang VVIP disambut oleh Muspida Tingkat II. Disusul pada pukul 09.30 WIB Gubernur dan Istri datang disambut oleh Wali Kota terpilih.
Pukul 10.00 WIB tepat, rangkaian rapat paripurna istimewa pelantikan di lantai II Gedung DPRD dimulai. Sedang pelantikan sendiri berlangsung pukul 11.00 WIB. Selesai acara Gubernur langsung pulang. Sementara istrinya masih menunggu karena harus melantik Istri Walikota terpilih sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bandung.

Sedang acara pisah sambut Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lama-baru digelar pada sore harinya, bertempat di Halaman Balai Kota Bandung.
Acara pelantikan menghabiskan dana sekitar Rp170 juta.

Untuk pengamanan acara, Kasubag Humas Polrestabes Bandung Kompol Rosdiana, mengatakan: “pihaknya dan beberapa instansi terkait mengerahkan 1.186 personel, terdiri dari: Polri, TNI, Dishub, dan Satpol PP”. “Sejak pagi sudah dilakukan sterilisasi lokasi pelantikan" tambahnya. 

Jalan Aceh Ditutup Sementara 

Untuk keamanan dan kelancaran jalannya acara pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, maka selama acara berlangsung, dilakukan penutupan dan pengalihan arus lalu lintas di jl. Aceh. Arus lalu lintas dari Jalan Purnawarman, di depan Bandung Electronic Center, tidak boleh berbelok ke arah kiri (Jl. Aceh).
Pengalihan dan penutupan berlaku mulai pukul 06.00 sampai 13.00 WIB.

Pelantikan Diwarnai Demo KAMMI

Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung terpilih diwarnai demo Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Mereka menuntut Wali Kota Bandung memenuhi sejumlah tuntutan.

"Ada 10 poin yang kami rumuskan untuk mewujudkan perbaikan di Kota Bandung. Kesepuluh komitmen itu meliputi 100 hari, tiga tahun dan lima tahun masa kepemimpinan Ridwan dan Oded," kata Ketua Umum KAMMI Sahrul Mulia, di Jalan Merdeka, Bandung, Senin, 16 September 2013.

Dalam 100 hari masa kepemimpinan Ridwan Kamil, mereka ingin Wali Kota barunya itu sudah membangun partisipasi aktif, baik kunjungan, komunikasi, atau pun kerja sama dengan perguruan tinggi dan organisasi masyarakat di Kota Bandung.

Selain itu, dalam 100 hari masa kepemimpinannya Wali Kota dapat memberikan keputusan jelas tentang status Taman Kota Babakan Siliwangi.

Sementara, dalam tiga tahun masa kepemimpinan Ridwan, KAMMI menuntut pemerintahan Kota Bandung meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sedikitnya 2 poin dari IPM saat ini. IPM Kota Bandung pada tahun 2012 mencapai 79.32. Angka tersebut meningkat sebesar 2.86 dari IPM 2011, yaitu sebesar 76.46.

"Dalam tiga tahun ke depan, kami menginginkan komitmen dengan Pemerintahan Kota Bandung, untuk memiliki sistem penyelesaian permasalahan sampah," ujarnya. Sampah menjadi topik permasalahan Kota Bandung beberapa tahun terakhir.

Menurut Sahrul, dalam tiga tahun ke depan Ridwan diharapkan telah menyelesaikan permasalahan kerusakan jalan dan mengurangi jumlah pengangguran hingga 3-5 persen. Kerusakan jalan raya di Kota Bandung akhir-akhir ini memakan banyak korban kecelakaan. Sementara jumlah pengangguran di Kota Bandung mencapai 234 ribu jiwa.

Sedangkan dalam kurun waktu lima tahun ke depan, mereka menuntut Ridwan dapat menyelesaikan masalah banjir yang sering terjadi di tiap musim hujan.

Pemerintah Kota Bandung harus dapat menjamin tidak ada lagi siswa putus sekolah formal pada usia wajib belajar 9 tahun.

Demo berlangsung tertib selama acara pelantikan. Namun, Ridwan Kamil tidak menemui para pendemo karena acara padat.

Selamat berjuang kawan! bekerjalah cerdas, laras, waras dan tuntas.

Doc. By Bio