Yoo.. Hindari Perilaku Korup...!!
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Hidup. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Agustus 2016

TYTO ALBA & RUBUHA PASANGAN PEMBASMI TIKUS YANG EFEKTIF

Tyto Alba (Serak Jawa)
Rumah Burung Hantu disingkat Rubuha adalah kandang buatan untuk burung predator pemakan tikus sawah yang dibuat dengan teknologi menyesuaikan karakter dan kebutuhan tempat tinggal burung yang akan diberdayakan. Burung predator pemakan tikus ini bernama Tyto Alba, orang Banyumas menyebut Serak Jawa. Bahasan, teknologi, pengoperasian dan kaitannya dengan ketahanan pangan saya turunkan dari Kompasiana tgl. 11 Agustus 2016. Uraian selengkapnya dapat disimak di bawah ini.

Selasa, 10 Desember 2013

BANYUMAS CANANGKAN TANAM SATU MILYAR POHON

Bupati A.Husein tanam pohon
Kabupaten Banyumas telah sadar lingkungan, menjaga kelestarian alam sekitar melalui penghijauan lahan-lahan kosong di wilayahnya, menyusul keberhasilan Kabupaten Cilacap menanam satu milyar pohon.
Bertempat  di Desa Cilangkap Kec. Gumelar, Rabu (27/11) dilaksanakan pencanangan Penanaman satu milyar pohon dan Gerakan Perempuan Tanam Pelihara Pohon (GPTPP) Tingkat Kabupaten Banyumas Tahun 2013. Pencanangan dilaksanakan oleh Bupati Banyumas Ir. H. Achmad Husein dihadiri oleh Unsur Forkompinda Kabupaten Banyumas, Instansi Vertikal di Kabupaten Banyumas, Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Kabupaten Banyumas, jajaran Perbankan di Kabupaten Banyumas, Pimpinan Dinas/Lemtekda tingkat Kabupaten Banyumas dan  Camat se Kabupaten Banyumas.

Minggu, 24 November 2013

WARGA LINGGAMAS TOLAK KERAS PETERNAKAN BABI

Masyarakat Purbalingga bagian selatan dan Banyumas bagian timur khususnya yang berada di sekitar jembatan Linggamas menolak keberadaan peternakan babi di wilayahnya. Reaksi masyarakat semakin intents dan terus membesar bak bola salju. Penolakan ini didasari atas kesadaran warga akibat terjadinya pencemaran lingkungan oleh limbah kotoran babi yang tidak dikelola secara benar. Selama ini warga merasa telah dibodohi dengan berbagai macam cara oleh pengusaha babi beserta kroni-kroninya.
 

Sabtu, 23 November 2013

MENCARI AIR DENGAN TEKNOLOGI NUKLIR

Gua Bribin Gunung Kidul; Foto Okezone.
Di mana ada BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) di situ ada air. Begitu kira-kira ungkapan yang melekat pada lembaga teknologi yang memfokuskan penelitian pada tenaga nuklir. Pasalnya BATAN dapat mencari sumber air dengan cara mendeteksinya dengan aliran radio isotop. Jika air tersebut berada tak begitu dalam dari permukaan tanah, pencarian bisa dilakukan dengan sebuah alat bernama tracer. Mirip seperti alat gegana pendeteksi bom, tracer pendeteksi air juga akan berbunyi nyaring dan cepat jika menemukan air.

Jumat, 08 November 2013

KERUSAKAN DAS KLAWING MAKIN MENGKHAWATIRKAN

Penambangan Pasir dan Batu di Sungai
Sungai Klawing merupakan sumber kehidupan bagi penduduk di sekitarnya. Selain airnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, pengairan pertanian, memelihara ikan, tambang batu mulia, juga tambang material pasir dan batu untuk pembangunan. Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Klawing akibat menjamurnya kegiatan penambangan pasir dan batu (sirtu) semakin mengkhawatirkan.

Rabu, 30 Oktober 2013

REKLAMASI LAHAN KRITIS CIMALAKA

Ilustrasi: Galian Type C
“Gajah di pelupuk mata tak nampak, kuman di seberang laut nampak jelas”, peribahasa ini mengumpamakan kesalahan diri sendiri yang besar dan dekat tak kelihatan, sedangkan kejelekan orang lain walau sedikit dan jauh tampak jelas. Hampir semua orang mafhum dengan arti peribahasa ini. Yang ingin penulis sampaikan bukan tentang arti jelek dari peribahasa itu, melainkan kondisi dan situasi sebaliknya; yaitu adanya kegiatan studi banding pejabat Sumedang ke Belitung Timur dengan harapan mendapat solusi tepat cara mereklamasi lahan kritis di wilayah Sumedang, padahal di Sumedang sendiri mempunyai tokoh yang berpengalaman dalam hal ini. Sedangkan studi banding ke Belitung Timur itu dilakukan beramai-ramai oleh 60 pejabat Kabupaten Sumedang sehingga menjadi bahan tertawaan publik.

Sabtu, 21 September 2013

JERAMI SEBAGAI MEDIA PENYERAP LIMBAH


Jerami sebagai bahan baku kertas
Mendengar nama jerami disebut, ingatan kita akan tertuju kepada limbah pertanian padi dari sawah maupun ladang. Jerami ini dengan jumlah tertentu masih dapat dimanfatkan untuk makanan ternak baik langsung atau terlebih dahulu dibuat silase. Selain itu masih dapat digunakan untuk; membuat media tumbuh jamur merang, media ternak belut, pembuatan atap gudang/kandang, alas tidur kandang itik gembala, bahan kerajinan tangan, membuat pupuk dan lain-lain. Namun kalau jumlahnya terlalu banyak, pengelolaannya menjadi sulit. Cara mengatasi pada umumnya dengan jalan pintas, para petani biasanya membakarnya langsung di tempat. Ini tidak ramah lingkungan, karena selain asapnya mengganggu, manfaatnya juga tidak signifikan.

Selasa, 10 September 2013

CILACAP SUKSES MENANAM SATU MILYAR POHON

Benarkah Menanam Pohon Dapat Menjaga Dan Menyelamatkan Bumi Dari Kehancuran?

Ya, tentu saja! Karena dengan adanya pepohonan dan vegetasi di atas permukaan bumi, maka akan dapat mengelola sistem tata air yang sangat diperlukan bagi kelangsungan makhluk hidup. Melalui pepohonan air hujan yang jatuh ke bumi akan diatur sedemikian rupa : sebagian air akan diserap ke dalam tanah dan menimbulkan sumber mata air, sebagian lagi ditahan oleh perakaran untuk menjaga kesuburan tanah dan menumbuhkan tanaman-tanaman, sebagian lagi menjadi aliran permukaan menuju ke sungai-sungai yang selanjutnya dikembalikan ke laut. Dan dari lautan diuapkan oleh angin untuk diturunkan kembali sebagai hujan. Demikian seterusnya. Semua itu berjalan demi kelangsungan seluruh makhluk hidup di permukaan bumi ini.

Rabu, 10 Juli 2013

INGON BABI MAMPANGAT APA MUDHARAT? (Versi Ngapak)

Sedulur Ngapak nang ngendi paran, khususe sing nang wilayah Dulongmas (Kedu-Pekalongan-Banyumas), Barlingmascakeb (Banjarnegara-Purbalingga-Banyumas-Cilacap-Kebumen) utawane Linggamas (Purbalingga-Banyumas), kiye ana plekara sing wigati tumrape bebrayan umat Islam lan kudu bisa dirampungi bareng-bareng mawi cara sing kepenak lan elegan, yakuwe anane ingon (ternak) babi nang tlatah nduwur mau.
Kanggo kawigaten kiye ana referensi sing bisa dienggo mretimbang.

Sabtu, 27 April 2013

MIGRASI BABI HUTAN DI SLATRI


Fenomena***

Fenomena alam yang akan kami ceriterakan adalah migrasi babi hutan yang melintasi daerah Slatri.
Slatri adalah salah satu daerah yang lokasinya berada di wilayah Kecamatan Karangkobar di belahan utara Kabupaten Banjarnegara. Untuk ke lokasi ini dapat ditempuh dengan perjalanan darat melalui jalan provinsi yang menghubungkan antara kota Banjarnegara melalui Banjarmangu menuju Kota Kecamatan Karangkobar.
Kondisi jalan beraspal dan dapat ditempuh dengan sepeda motor, mobil pribadi atau angkutan umum. Untuk angkutan umum jam operasionalnya terbatas, kecuali mau menumpang truk pengangkut hasil bumi atau ternak dengan resiko duduk bersama kambing atau sayur-mayur. Bila diteruskan, jalan ini mentok tepat di pertigaan sebelah kantor Desa Wanayasa. Dilanjutkan ke arah kiri menuju Kalibening dan berakhir di Kabupaten Pekalongan. Sedangkan ke arah kanan menuju Kecamatan Batur dan berakhir di dataran tinggi Dieng.