Hadir pada acara
tersebut Jenderal TNI Hartomo selaku Pembina 'Pamanjawi', DR.Ir. Sukiman Sumarto M.P, M.M, Ketua
Umum Pamanjawi juga selaku penyelenggara pertemuan, Ibu Kusnaeni Bendahara,
beserta jajaran pengurus lainnya.
Organisasi yang
diundang diantaranya 'Genta Sentramas Baraya' diwakili oleh Mudibyo Whs,S.AP, M.M selaku
Ketua Dewan Kehormatan, Sutarno Paguyuban Sukakarya Ketua Umum, Sagino Ryanlaras Wakil Ketua, Drs. Susanto, M.Si. Sekretaris, Sarman Wakil Sekretaris, Suprapto Bendahara, Nartan WK
Wakil Bendahara, Ahmad Uji Fauzi Fauzzan Poetra Kelana Ketua
Bidang Organisasi, Tasno Nano Prakoso Ketua Bagian
Keanggotaan, Once Sonce Tirta Kusuma Korwil, dll.
Organisasi
lainnya HPJKB dari Soreang Kabupaten Bandung yang diketuai oleh Sugimanto, juga
Perkumpulan Seni Budaya Cimahi, dll.
Sementara Mudibyo Whs selaku Ketua Dewan kehormatan sekaligus mewakili Ketua Umum Genta Sentramas Baraya sebelum menyampaikan sambutan mengajak tamu undangan untuk memberikan aplaus kepada Jenderal TNI Hartomo karena kepeduliannya kepada seni-budaya lokal. Menurut Mudibyo, tidak banyak Jenderal yang peduli dan komitmen kepada budaya tradisi. Di masa perjuangan dahulu, Jenderal Besar Soedirman tetap setia dan bangga dengan pakaian tradisi Jawa, Iket Nempe Wulung Banyumasan dan Keris Gayaman model Jogja. Oleh karena itu, untuk menghormati kesetiaan dan kecintaan Jendral Soedirman terhadap tradisi budayanya, Mudibyo mendedikasikan Blangkon Model Soedirmanan berbasis Iket Nempe Wulung yang desainnya merupakan hasil diskusi para seniman dan budayawan Banyumasan.
Mudibyo mengatakan:
“Gerakan Cinta Seni Tradisional Banyumasan Bandung Raya, merupakan afiliasi
lebih dari 25 komunitas/paguyuban seni budaya Banyumasan di wilayah Bandung
Raya dan sekitarnya yang anggotanya berasal dari lima kabupaten di Banyumas
Raya yaitu: Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen
(Barlingmascapkeb) dan berbahasa ibu Banyumasan”. “Kami mengadakan kegiatan
pelatihan, pergelaran dan fungsi manajemen. Semua jenis kesenian Banyumasan
kami wadahi untuk mendapat pembinaan dan pendampingan agar dapat bertumbuh
secara wajar”. “Namun karena baru berdiri sejak 19 Maret 2017, maka pada tahun
pertama kami lebih konsen pembenahan ke dalam, diantara penyusunan AD/ART, Akta
Pendirian, kepengurusan dan penyusunan Kebijakan Umum”.
“Kami juga
bersedia bekerjasama dengan Pamanjawi untuk mengisi gembung yang masih kosong
itu, karena kami punya basis massa dan seniman di lapangan” sambung Mudibyo.
“Mengingat pendanaan yang ada hanya cukup untuk operasional organisasi
sehari-hari, maka kami mohon kepada Pengurus Pamanjawi khususnya kepada
Jenderal Hartomo selaku Pembina untuk dapat membantu apabila kami mengadakan
ivent besar, karena pendanaan selama ini hanya bergantung kepada sponsorship
dan donatur yang kemampuannya juga terbatas” demikian Mudibyo mengakhiri.
Pada akhir sambutan disampaikan juga kaos seragam Genta Sentramas bergambar Ikon Wayang Bawor Banyumasan dari Pengurus Genta Sentramas kepada Pembina, Ketua Umum Pamanjawi dan Ketua Umum HPJKB.
Dari pertemuan tadi malam yang sangat berkesan adalah adanya apresiasi, penghargaan dan ucapan terima kasih dari Jenderal Hartono terhadap dilaunchingnya Blangkon Model Banyumasan karya Budayawan Mudibyo. Suasana pertemuan yang sangat cair dan tidak berbatas, serta kekeluargaan yang penuh asa.
Salam Budaya
Banyumasan.
Admin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar