Yoo.. Hindari Perilaku Korup...!!

Minggu, 01 Januari 2017

BAWOR SEBAGAI IKON BANYUMASAN

Foto by Hok Gie
Judul di atas pastilah menjadi tanda tanya dan menimbulkan rasa penasaran bagi sebagian orang. Untuk mengetahuinya sebaiknya kita baca berbagai artikel dan sumber, namun tentu saja tidak akan mendapat satu persepsi. Untuk bahan pemahaman, maka saya ambilkan salah satu sumber dari Wikipedia, Lingkar Kajian Banyumas tulisan sdr. Restu Nugroho yang cukup valid dengan beberapa tambahan sumber lain untuk mempertajam pemahaman. Gambar Wayang Punakawan Carub Bawor sering sekali kita jumpai pada event-event tertentu seperti pagelaran seni di wilayah Banyumas dan sekitarnya, Kentongan, Extravaganza dan event lainnya, bahkan dijadikan lambang suatu komunitas atau Organisasi Warga Banyumasan. Sosok Bawor sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Banyumasan, namun dari manakah sosok Bawor ini berasal? Dan Mengapa Bawor dijadikan Maskot/Ikon Banyumasan?. Pasti Anda penasaran bukan, jadi bacalah artikel berikut dengan baik.

Minggu, 14 Agustus 2016

GURU TAK BOLEH DIPIDANAKAN KARENA MENDISIPLINKAN SISWA

Dahrul Guru SMK2 Makassar
Dunia pendidikan kembali ramai ketika seorang guru di Makassar dihajar oleh orang tua siswa. Orang tua siswa tersebut memukuli lantaran tidak senang anaknya didisiplinkan sang guru. Bagaimana dalam kacamata pidana? Menurut Yurisprudensi Mahkamah Agung (MA) yang diambil dari website MA, Jumat (12/8/2016), bahwa guru tak dapat dipidana ketika menjalankan profesinya dan melakukan usaha pendisiplinan kepada siswa. Hal itu ditetapkan ketika mengadili guru dari Majalengka, Jawa Barat, SD Aop Saopudin (31). Ketika itu, Aop menertibkan empat siswanya yang rambutnya gondrong dengan memotong rambut siswa tersebut pada Maret 2012. Salah seorang siswa tidak senang dan melabrak Aop serta memukulnya. Aop juga dicukur balik.

Kamis, 11 Agustus 2016

TYTO ALBA & RUBUHA PASANGAN PEMBASMI TIKUS YANG EFEKTIF

Tyto Alba (Serak Jawa)
Rumah Burung Hantu disingkat Rubuha adalah kandang buatan untuk burung predator pemakan tikus sawah yang dibuat dengan teknologi menyesuaikan karakter dan kebutuhan tempat tinggal burung yang akan diberdayakan. Burung predator pemakan tikus ini bernama Tyto Alba, orang Banyumas menyebut Serak Jawa. Bahasan, teknologi, pengoperasian dan kaitannya dengan ketahanan pangan saya turunkan dari Kompasiana tgl. 11 Agustus 2016. Uraian selengkapnya dapat disimak di bawah ini.

Minggu, 24 Juli 2016

‘SENTEL’ WAYANG ALTERNATIF CIPTAAN KI NAWAN PATMOMIHARDJO

Tokoh Wayang Sentel
Salah satu tokoh wayang kulit terfavorit ciptaan Ki Nawan Patmomihardjo yang paling disukai pandhemen adalah ‘Sentel’. Nama Sentel menjadi julukan yang melekat pada Ki Dalang Nawan Patmomihardjo dari Desa Karangnangka ini. Masyarakat merasa lebih akrab dengan panggilan ‘Dalang Sentel’.
Tokoh wayang ini merupakan hasil kreasi dan inovasi yang diciptakan disamping wayang-wayang  lainnya seperti: Santamin, Dhegel, Sarkowi, Lisun dan Kasud.
Wayang Sentel dibuat oleh Gondo dari Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, salah seorang nayaga Ki Dalang Nawan yang juga ahli membuat wayang kulit.

Sabtu, 23 Juli 2016

BIOGRAFI KI DALANG ‘SENTEL’ NAWAN PATMOMIHARDJO

Ki Nawan Partomihardjo
Ki Nawan Partomihardjo dilahirkan di Desa Karangnangka pada tanggal 11 Maret 1911, putra pertama dari tiga bersaudara pasangan Ki Poerwasemita dan Nyi Sidem. Dua saudaranya bernama Kasem dan adik bungsunya Urip hilang pada zaman penjajahan kolonial Belanda. Ki Nawan Patmomihardjo berasal dari Desa Karangnangka, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Nama kecilnya Nawan, setelah menikah sebagaimana lazimnya tradisi masyarakat Banyumas mendapat nama tambahan Patomihardjo sebagai tanda telah menjadi orang tua.