Yoo.. Hindari Perilaku Korup...!!
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Juli 2016

PAGUYUBAN LINGGAMAS BANDUNG MENGADAKAN BAKTI BUDAYA DI KABUPATEN PURBALINGGA

Pagelaran Wayang Kulit
Tak terasa dengan berjalannya waktu Paguyuban Warga Purbalingga-Banyumas di Bandung (disingkat Paguyuban Linggamas Bandung) telah memasuki usia tahun ke-lima. Paguyuban yang didirikan pada tanggal 1 Januari 2012 sebagai organisasi sosial kemasyarakatan telah mengalami pasang-surut dalam perjalanan akibat heterogennya latar belakang keanggotaan, mobilitas anggota yang tinggi dan situasi kehidupan kota yang selalu berganti trend khususnya di bidang usaha.

Senin, 30 November 2015

PAPELING MEMILIH PEMIMPIN BARU PERIODE 2016-2018

Wahyu Triono Ketua Papeling
Paguyuban Perantau Purbalingga (PAPELING) mengadakan Musyawarah Besar (MUBES) dan Pemilihan Ketua Umum Papeling. Mubes yang di hadiri Pengurus Papeling, Dewan Penasehat, Dewan Pembina, Utusan Korwil serta Simpatisan, berlangsung pada hari Minggu, 22 Nonember 2015, bertempat di Diklat Wirasandi Jl. Radar 1 Cijantung Jakarta Timur.
Ketua Panitia Pemilihan Umum Budiono (akun FB;Budi Bralink) menyampaikan: “ini adalah kerja extra keras, karena dalam jangka waktu dua bulan harus dapat menjaring Calon Ketua Umum Papeling. Berkat dukungan Pengurus dan Korwil, tugas ini menjadi mudah, di mana setiap korwil mengajukan calon yang harus didukung minimal dua korwil”. 

Selasa, 03 Desember 2013

BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS merupakan lembaga yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial di Indonesia menurut Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 dan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011. Sesuai Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, BPJS merupakan badan hukum nirlaba.

Senin, 25 November 2013

SABAR DAN IKHLAS PASTI ADA BALASANNYA

Ceritera miris tentang Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri sering kita dengar, mulai dari tidak di gaji, penyiksaan, pemerkosaan, hukuman penjara, bahkan hukuman mati sering kita baca dan dengar. Begitupun ceritera sukses TKI yang dapat membangun rumah, umroh, naik haji, jalan-jalan ke beberapa negara, dikuliahkan, diberi modal, atau bahkan dipersunting majikan karena tekun dalam pekerjaannya. Hidup ini memang ada yang ngatur, Yang Maha Kuasa. Itulah gambaran umum yang sering kita dengar. Semua pekerjaan pasti ada resiko kegagalan maupun keberhasilannya, suatu pasangan yang pasti terjadi. 

Jumat, 11 Oktober 2013

TUMBAL ZAMAN BEJAT


Djoko Suud Sukahar
Bencana menggila. Bunuh diri, tindak asusila, korupsi, dan kecelakaan terus terjadi. Orang bertanya-tanya apa gerangan yang sedang terjadi. Benarkah ini seleksi metafisis hingga datangnya pemimpin baru? Dan adakah untuk menyikapinya harus seperti kata Ronggowarsito, berbaik-baiklah hidup jika tidak ingin menjadi tumbal? Ini era rawan bagi yang menyimpang. Dan asusila, kecelakaan, serta korupsi ini baru mereda sampai pemilu tiba?

Tahun politik sekarang ini ternyata menyayat hati. Keresahan menggelora. Kecelakaan, selingkuh, perkosaan dan naiknya pejabat yang diragukan kejujurannya meninggi. Sedang negara melakukan impor menggila. Masa ini seperti gambaran Jangka Jayabaya, sedang terjadi kekosongan pemimpin. Negara kehilangan figur yang eling (ingat) dan waspada. Minim manusia yang berjuang agar dirinya baik, apalagi berkeinginan agar negara jaya.

Jumat, 23 Agustus 2013

KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT (KIM) DUREN JATIMAS



Deklarasi berdirinya Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) “Duren Jatimas” di Desa Gerduren Kecamatan Purwojati dilaksanakan pada hari Senin tanggal 19 Agustus 2013. Kim Duren Jatimas dideklarasikan dalam rangka menindaklanjuti Keputusan Bupati Banyumas Nomor : 489/199/2011 tentang Pembentukan Tim Fasilitas Kelompok Informasi Masyarakat Kabupaten Banyumas dan bertujuan untuk membangun komunikasi yang sehat dan produktif antara Pemerintah Daerah dan Masyarakat.

Sabtu, 15 Juni 2013

KRIMINAL ATAU PAHLAWAN



Prof. Drs. Jakob Sumardjo
Membaca judul di atas, benak kita pasti penuh tanda tanya, tertarik, atau bahkan langsung ngeh karena terdapat dua kata yang paradoksi. Untuk tidak menimbulkan tanda tanya berkepanjangan baiknya kita simak tulisan Prof. Drs. Jakob Sumardjo, Dosen STSI Bandung dengan judul di atas yang dimuat di Harian Kompas pada tanggal 22 Januari 2011. Karena esensinya berbobot, masih valid dengan situasi terkini dan cukup menarik untuk dijadikan bahan renungan, maka saya reposting untuk Pembaca yang belum berkesempatan menelaahnya.

Minggu, 19 Mei 2013

PAGUYUBAN PELAKU USAHA PARIWISATA BANJARNEGARA



Paguyuban Pelaku Usaha Pariwisata Kabupaten Banjarnegara secara resmi telah dikukuhkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjarnegara, Aziz Achmad, S.Sos, di Kencana Room Hotel Surya Yudha Banjarnegara, Selasa (11/12/2012). Kemudian, Pada saat yang bersamaan juga telah dikukuhkan Paguyuban Kakang Mbekayu Banjarnegara.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjarnegara, Aziz Achmad, S.Sos, secara simbolis mengukuhkan Ahmad Fajar Muharram, Manager Banyuwoong Banjarnegara menjadi Ketua Paguyuban Pelaku Usaha Pariwisata Kabupaten Banjarnegara. Adapun untuk  Ketua Paguyuban Kakang Mbekayu Banjarnegara yakni Tofiq, Kakang Banjarnegara Tahun 2012. Kedua Paguyuban ini dibentuk dalam rangka mempersiapkan agenda besar tahun 2013, yakni Visit Jawa Tengah 2013 dan Festival Serayu Banjarnegara Tahun 2013.
 

Sabtu, 18 Mei 2013

KOMUNITAS PECINTA SEJARAH DAN BUDAYA PURBALINGGA (KPSBP)


Berlatar belakang minimnya karya tulis, artikel atau kajian tulis tentang sejarah dan budaya Purbalingga, sejumlah seniman, guru sejarah, pelaku sejarah, pegiat budaya, pemerhati sejarah serta para penulis, sepakat membentuk Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Purbalingga (KPSBP). Pembentukan komunitas itu digagas oleh Ir. Sigit Subroto, MT di rumahnya di Kelurahan Purbalingga Wetan.
 

Kamis, 16 Mei 2013

KELUARGA LARE PURBALINGGA (KULABANGGA) JAKARTA

Pengurus Keluarga Lare Purbalingga (Kulabangga) di Jakarta periode 2013 – 2016, Sabtu (13/4) ini dikukuhkan. Pengukuhan dilakukan oleh Bupati Purbalingga Drs. H. Heru Sudjatmoko, M.Si di Gedung Krida Bhakti Jalan Veteran Raya Jakarta Pusat. Ikut hadir pada pengukuhan itu Wakil Bupati Drs. H. Sukento Ridho Marhaendrianto, MM, dan warga Purbalingga yang tinggal di Jakarta. Kasubag Analisis dan Kemitraan Media Bagian Humas Setda Purbalingga Ir. Prayitno, M.Si mengatakan, Kulabangga merupakan kumpulan warga Purbalingga yang tinggal di Jakarta karena diLandasi rasa memiliki Purbalingga sebagai tanah kelahirannya atau menjadi tempat tinggalnya. Kulabangga lebih sebagai upaya untuk ajang silahturahmi bagi warga Purbalingga di perantauan khususnya di Jakarta. ”Kami berharap, keberadaan Kulabangga juga akan mempromosikan potensi Purbalingga, termasuk potensi pariwisatanya,” kata Prayitno, Jum’at (12/4). Prayitno menambahkan, dalam acara pengukuhan itu dibagikan juga buku berbahasa Purbalingga Banyumasan berjudul ”Gendhu-gendhu Rasa dan Babad Purbalingga” karya Trimulya Rasman dan juga penampilan tarian Lenggasor yang didatangkan dari Purbalingga.

Kamis, 09 Mei 2013

PAGUYUBAN PERANTAU PURBALINGGA (PAPELING)


Info, Ngapak*


Purbalingga nduwe PAPELING ? Barang, kewan utawa panganan apa sih kuwe?
Esih urung mudheng? Kebangeten… judhul nduwur toli wis cetha wela-wela..
Lha siki pretakonane nangendi kuwe nggone? Wangsulane; waca terus nganti tutug!
Sapa sing ora ngerti Purbalingga…!, angger ana wong takon nang ngendi genohe ?
Wangsulane :”rika ngerti Owabong ? Sumanto? knalpot? Idep palsu? Jendral Soedirman? kuwe nang ngkono nggone”, pelas yuyu… mbokan!Angger egin urung mudheng de glitho sisan mbun-mbunane, bocah koh nggadur… ora mangan sekolahan apa!

Senin, 01 April 2013

KERUKUNAN KELUARGA BANYUMASAN JABODETABEK

KKB (Kerukunan Keluarga Banyumasan)Jabodetabek merupakan organisasi induk dari paguyuban-paguyuban Banyumas-an dimana para anggotanya berasal dari daerah Kab. Banyumas, Kab. Purbalingga, Kab. Cilacap, Kab. Banjarnegara, dan Kab. Kebumen. KKB didirikan di Sekolah Diponegoro milik Kyai H. Muslih (alm) oleh 12 kelompok paguyuban pada tanggal 28 Oktober 1979. Tujuan didirikannya KKB adalah sebagai wahana silaturrahmi, sambung rasa antar sesama warga Banyumasan di Jabodetabek dengan berasaskan kegotong royongan serta kebersamaan. Juga sabagai sarana "nguri-uri" (melestarikan) budaya Banyumasan.

Sabtu, 23 Maret 2013

KLENGER NGADEG (Versi Ngapak)


Parodi Situasi *****)

Assalamu’alaikum… klamit… luuurrr…..

Sedulur ngapak kabeh...!, neng ngendi paran ora diwiji-wiji...!. inyong ndonga, moga-moga rika padha sing sehat waras, olih rahmat lan hidayah sekang Gusti Alloh sing gawe urip.
Sedulur inyong sing bagus lan ayu dhewek…., kayane nembe sepisan kiye Kang Wirya nemoni rika padha ngambi basa (pengantar) mBanyumasan. Ora ngapa-ngapa embok…? Etung-etung ngleluri budaya para leluhur sing wis ndhisiti inyong padha.  Sing penting dijajal dhimin, mbok menawane bisa trep ceples, mergane wis telung puluh tahun lewih ora manggon bareng ngambi wong sing basa pedinane mBanyumasan. Arane wong urip… ya separan-paran koreh nggolet rejeki, mbokan kendhile nganti miring.

Minggu, 17 Maret 2013

ULANG TAHUN PERTAMA PAGUYUBAN LINGGAMAS BANDUNG


Info  Paguyuban *****)

Pada saat informasi ini dirilis, Paguyuban Linggamas Bandung yang berdiri pada tanggal 1 Januari 2012 telah genap berusia satu tahun lebih dua bulan. Peringatan hari jadi/ulang tahun pertama Paguyuban Linggamas Bandung ditandai dengan perombakan kepengurusan dan tata kelola organisasi.  Paguyuban Linggamas Bandung bersekretariat di Jalan Sindangsari III No.100 Kelurahan Antapani, Kec. Antapani, Kota Bandung.
Sebelum dikukuhkan secara resmi, sebenarnya paguyuban ini telah berjalan hampir dua tahun.

Sabtu, 16 Maret 2013

PEMBENTUKAN FORUM KOMUNIKASI LINGGAMAS

Info Forum *****)

Minarto, Ketua Forkom
Keberadaan, maksud dan tujuan "Forum Komunikasi Linggamas" adalah sebagai wadah untuk menyalurkan  aspirasi warga tentang berbagai keadaan dan kegiatan pembangunan masyarakat Purbalingga-Banyumas, baik yang berada di daerahnya sendiri Purbalingga-Banyumas atau di seputar wilayah eks Karesidenan Banyumas yang pada umumnya berbahasa ngapak maupun bagi putra daerah yang berada di perantauan atau daerah lain namun masih punya rasa keterkaitan dengan daerah asalnya.
Informasi keadaan daerah memang sangat diperlukan bagi warga dalam rangka menjalin hubungan kekeluargaan, bisnis, budaya, dan kepentingan lainnya.

Rabu, 06 Maret 2013

TENTANG KOMUNITAS LINGGAMAS

Info Ngapak *****)

Assalamu'alaikum warrohmatullohi wabarokatuh,

Pertama-tama puji syukur marilah kita panjatkan kepada Alloh SWT. Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan kita berbagai kenikmatan hidup berupa kesehatan, kesempatan, rejeki, dan kita dapat berjumpa dalam forum ini khususnya bagi komunitas warga masyarakat eks Karesidenan Banyumas yang meliputi wilayah: Purbalingga, Banyumas, Banjarnegara, Cilacap dan sekitarnya, khususnya yang berbahasa sama yaitu Banyumasan ngapak.  Penulispun juga merasa bangga menjadi bagian dari masyarakat tersebut di atas.